2009年12月3日木曜日

Budaya Membaca di Jepang

Dear pembaca Baltyra ,

Budaya membaca di Jepang terkenal di seantero dunia bahkan saya hingga detik ini sering melihat cukup banyak orang Jepang yang membaca ( entah komik / novel/koran /majalah ) di dalam kereta api listrik yang sedang melaju dengan kencang .

Pemandangan membaca di dalam kereta api listrik ( bahasa jepang : densha ) adalah pemandangan yang jamak buat saya . Yang sering saya amati biasanya penumpangnya jarang mengobrol , biasanya sibuk membaca baik koran atau komik , bermain HP , ataupun mendengarkan musik . Itu yang biasa saya lihat , lumrah tidak berlebihan , namanya juga Jepang , budaya membacanya sudah mendarah daging .

Akan tetapi kalau membaca sambil berdiri itu yang luar biasa . Saya hanya membatin , " Sungguh mantap sekali manusia Jepang ini , bisa membaca sambil berdiri . Apakah tidak merasa mual , pusing atau muntah ? Daya tahan tubuh yang luarbiasa " . Melihat orang Jepang membaca tanpa sedikitpun merasa terganggu konsentrasi membaca , bikin saya teringat dengan bikhu Shaolin yang sedang semedi . Kalau hanya membaca sambil berdiri kira-kira 10 menit , mungkin saya tidak terkagum -kagum seperti ini .

Kebetulan kereta api listrik ( densha) yang saya tumpangi cukup jauh perjalanannya , sekitar 50 - 55 menit . Saat itu keadaan penuh sesak , sekitar pukul 17:00 dimana banyak pelajar atau pekerja berebut tempat didalam densha , rata-rata pun seperti saya terpaksa berdiri karena tidak memperoleh tempat duduk .

Densha ini berhenti di tiap stasiun , otomatis saya hanya sekedar mengamati keadaan penumpang , sembari berharap semoga cepat sampai di tempat tujuan . Orang Jepang yang saya amati tersebut tetap asyik masyuk membaca tanpa memperdulikan keadaan sekelilingnya . Lebih dari 5 kali stasiun masih juga tidak dapat tempat duduk , akhirnya saya pun memutuskan tetap bergelantungan alias berdiri berdesakan dengan penumpang yang lain , sembari asyik mengamati orang Jepang tersebut .

Saya amati setiap berhenti di stasiun , orang Jepang tersebut ( Mr. X ) tetap tidak terpengaruh dengan keadaan sekeliling , tetap asyik membaca tanpa merasa terganggu , luarbiasa . Dan yang saya lihat bukan hanya 1 manusia Jepang yang seperti ini , akan tetapi ada beberapa dalam gerbong kereta tersebut . Yang lain yang kebetulan beruntung dapat tempat duduk , tentu saja , membaca sambil duduk .





Mungkin anda heran apanya yang luarbiasa dengan orang membaca ? Saya yang sudah cukup lama tinggal di Jepang masih juga terheran-heran dengan budaya membaca di Jepang . Harus diakui budaya membaca orang-orang Jepang memang tinggi .

Ingat komik pasti ingat rajanya komik di dunia yaitu negara Jepang . Bahkan arti kata komik dalam bahasa Jepang yaitu Manga ( baca: man - ga atau man - ng -ga ) dikenal luas oleh penggemar komik Jepang diseluruh dunia . Sebut saja komik yang terkenal di dunia seperti , Naruto , Death Note , Dragon Ball , Detektif Conan , Azumanga Daioh , Area 88 , Clamp no Kiseki ( kelompok penulis kontroversial di Jepang - komik dewasa ) , Shin-chan , Uchi no sanshimai , dan masih banyak lagi . Tidak ada habis-habisnya bercerita tentang Komik di Jepang karena jumlahnya yang begitu banyak . Bagi seorang kutu buku pastilah Jepang terasa seperti " surga" buku / komik yang begitu banyak dan lengkap jumlahnya .

Salah satu toko buku yang sangat terkenal di berbagai lapisan rakyat jepang adalah KINOKUNIYA shoten ( Toko buku Kinokuniya ) . Luarbiasa toko buku Kinokuniya yang telah berdiri sejak tahun 1927 , koleksi bukunya sungguh lengkap , dijamin seorang kutu buku akan langsung jatuh cinta . Mulanya toko buku Kinokuniya pun hanya memiliki 1 toko buku yaitu di Shinjuku , Tokyo . Pendiri Kinokuniya shoten adalah Tanabe Moichi .

Saat ini kinokuniya shoten telah menjelma menjadi jaringan toko buku yang sangat familiar bagi rakyat Jepang . Kinokuniya shoten yang dioperasikan oleh Kinokuniya Company Ltd , saat ini telah sukses membuka 61 gerai toko buku di seluruh Jepang dan bahkan sukses pula merambah ke luarnegeri . Ada 23 gerai toko buku Kinokuniya yang berada di luarnegeri termasuk Indonesia .
Silakan buka websitenya ,


Memang harus diakui orang Jepang sangat akrab dengan buku . Kegemaran membaca buku yang mendarah daging apalagi ditunjang dengan kemudahan dan fasilitas yang sangat mendukung hobi membaca ini . Misalnya , perpustakaan . Apalagi pemerintah dan juga Kaisar Jepang pun tergolong menyukai buku , klop sudah rakyat , pemerintah dan Kaisar pun sama-sama " gila " buku .

Saya paling terkesan saat membaca sejarah Jepang , pasca pengeboman Hiroshima -Nagasaki , tahun 1945 . Jepang jelas-jelas hancur , luluh lantak , baik nyawa manusia yang terbunuh akibat jatuhnya bom atom juga harga diri sebagai bangsa yang berdaulat . Dalam kondisi yang serba hancur , Kaisar Hirohito ( Kaisar Jepang saat itu ) berusaha membangun kembali negaranya .

Kaisar Hirohito paham bahwa bangsanya berada di titik terendah , semangat dan harga diri sebagai bangsa telah jatuh . Walaupun Kaisar Hirohito pedih akan tetapi tidak sibuk berkutat untuk memerintahkan menghitung nyawa rakyat Jepang yang terbunuh , tentara yang gugur dalam medan peperangan atau armada perang yang tertembak musuh , dan lain-lain . TIDAK . Kaisar Hirohito paham dan sadar , yang paling penting adalah bangkit kembali dari keterpurukan dan berusaha melanjutkan hidup . Perintah Kaisar Hirohito sungguh mencengangkan " Kumpulkan jumlah guru yang masih tersisa / hidup ."

Rakyat Jepang sangat mengagungkan Kaisar Jepang ( bahkan hingga saat ini ) . Akibat perintah tersebut , rakyat Jepang sadar bahwa harus mampu bangkit dari keterpurukan . Jepang memang harus diakui sumber daya alam ( SDA ) sangat minim , akan tetapi untuk sumber daya manusia ( SDM ) boleh dibanggakan . Terbukti hampir 99 % rakyat Jepang melek huruf . Tidaklah mengherankan Jepang mampu bangkit kembali dari kehancuran di tahun 1945 .

Akhir kata , moral artikel ini hanya satu , membaca dan pendidikan amatlah sangat penting . Jangan sekedar tergantung dengan sumber daya alam dalam membangun bangsa , yang terpenting justru sumber daya manusia . Dengan sumber daya manusia yang terdidik maka jalan menuju bangsa yang maju seperti Jepang akan semakin terbuka lebar . Sedangkan bila terlalu menggantungkan sumber daya alam maka hanya membuat rakyat menjadi malas , bagaimanapun sumber daya alam suatu saat akan habis . Ibarat kata , warisan sebanyak apapun akan habis , bila pewarisnya bodoh , suka berfoya- foya dan malas . Sialnya , saat tiba masa cucu-cicit hanya akan tersisa utang setumpuk gunung dan membebani hidup keturunan selanjutnya . Bukan bermaksud menggurui para pembaca , tapi itulah yang cukup banyak saya lihat dalam pengalaman hidup .

Terimakasih buat semuanya yang telah membaca .

Salam hangat dari Jepang ,
Ryu & Yuka-chan no mama


Ps : Telah ditayangkan di Baltyra , 19 Januari 2010




0 件のコメント:

コメントを投稿