2009年11月12日木曜日

Gigimo, Selaput Dara Palsu
Ryu & Yuka-chan no mama - Jepang



Dear Zev, AsMod dan KoKiers,

Prolog

Mimpi buruk itu akhirnya datang juga, sungguh membuatku terhempas ke dalam jurang kedukaan yang mendalam. Pengakuan dari isteri-ku, Merry, bahwa sebelum menikah dengan diriku, sesungguhnya isteriku sudah tidak perawan. "Bagaimana mungkin aku sebagai suami tidak tahu bahwa isteriku sudah tidak perawan? Apa dosaku sehingga mendapatkan isteri "bekas"? Begitulah sang suami menyesali nasib malangnya.

Akhir cerita tebak sendiri ..... mungkin bisa cerai, mungkin juga bisa tetap lanjut pernikahannya tetapi hubungan sudah dingin akibat terlanjur sudah mempunyai anak. Sungguh menyedihkan perkawinan yang terjadi akibat obsesi memburu " perawan".

KoKiers, cukup banyak kejadian seperti diatas, dimana sang suami merasa tertipu "luar dalam" oleh sang isteri karena tidak perawan. Bahkan ada ucapan yang kadang sungguh menyakitkan ditujukan ke kaum hawa, seolah-olah tidak perawan itu "sampah, bekas pakai". Padahal belum tentu juga pria yang akan menikah juga masih perjaka bukan?

Menurut survey yang dilakukan Dr. Boyke Dian Nugraha, seorang seksolog terkenal, terungkap bahwa sekitar 70 % - 80% pria di Indonesia masih menginginkan calon isterinya masih gadis alias perawan. Duh, baca hasil survey hanya bisa mengelus dada, semoga saja 70% - 80 % pria Indonesia yang menginginkan gadis perawan juga masih perjaka. Ini namanya imbang, perjaka dapat perawan.

Kembali ke topik, saat ini di Indonesia mulaibooming suatu produk yang mungkin bisa jadi solusi bagi wanita yang mendamba-kan untuk kembali perawan kembali. Produk ini bernama Artificial Virginity Hymen yang diedarkan oleh suatu perusahaan China, Gigimo, dengan harga 30 $ AS. Sangat murah bila dibandingkan dengan operasi hymenoplasti.

Banyak wanita yang menginginkan menjadi perawan kembali, sehingga nekat melakukan operasi hymenoplasti atau operasi selaput dara. Dengan melakukan operasi hymenoplasti maka otot-otot keperawanan menjadi kembali seperti semula. Kencang dan bisa mengeluarkan darah layaknya hubungan seks pertama kali. Biaya operasi pun tergantung dari kerusakan selaput dara. Untuk kerusakan ringan, biaya sekitar 3 juta rupiah, sedangkan kerusakan parah, dikenai tarif sekitar 7 juta rupiah.

Operasi hymenoplasti akan terus diminati banyak wanita di Indonesia selama persepsi pria Indonesia tidak berubah yaitu tetap menginginkan gadis perawan sebagai isteri. Bagaimana dengan Artificial Vifinity Hymen, produk keluaran dari Gigimo?

http://www.gigimo.com/main/text_about_us.php

http://www.gigimo.com/main/calculate_shipping_cost.php?id=2299


Konon, produk yang akhir-akhir ini mulai booming alias banyak peminatnya di Indonesia ini, dijual cukup murah ( dibandingkan operasi hymenoplasti) seharga 700 ribu rupiah. Bayangkan hanya dalam waktu 3 hari saja, 100 produk alat keperawanan palsu habis terjual bahkan yang berminat dengan produk ini terpaksa menunggu kedatangan produk untuk bulan berikutnya. Betul-betul laris manis. Pantas saja si penjual alat selaput dara palsu ini ketagihan untuk berdagang produk ini, ada demand ada supply, klop sudah.

Alat selaput dara ini membantu wanita yang ingin menjadi perawan secara "instan" , maklumlah masih banyak pria yang menginginkan perawan di saat menikah. Cara kerja produk ini pun tergolong praktis, hanya dimasukkan ke dalam alat vital wanita 25 menit sebelum hubungan intim dilakukan, hasilnya suami pun tersenyum bahagia (tanpa tahu bahwa telah tertipu oleh sang isteri ). Bagaimana tidak bahagia mendapatkan kenyataan saat dilakukan hubungan intim, alat tersebut akan mengeluarkan cairan seperti darah perawan? Apalagi kalau sang istri pintar berakting dengan melakukan erangan atau jeritan kesakitan saat melakukan hubungan intim (seperti yang disarankan pada brosur Gigimo, alat selaput dara palsu).

Terlepas dari fenomena tersebut, membuat sang suami bahagia dengan mendapatkan isterinya perawan "instan" ( walaupun dengan bantuan gigimo, alat selaput dara palsu) , saya yang mengetahuinya malah justru tertawa getir. Dalam kondisi seperti ini, yang bodoh itu siapa? Siapa yang bodoh? Suami yang "gampang ditipu" akibat obsesi ingin mendapatkan perawan ting ting ataukah sang isteri yang luar biasa "cerdik" ? Silakan KoKiers tebak ......hahahaha

Menurut saya yang bodoh keduanya, baik suami maupun isteri. Sedangkan yang pintar justru penjual Gigimo, alat selaput dara palsu, yang begitu pandai memanfaatkan kondisi dan persepsi pria Indonesia yang mana 70 % - 80 % masih menginginkan perawan. Hasilnya produsen Gigimo dan penjualnya -lah yang menangguk keuntungan besar-besaran.

Menurut si penjual Gigimo, dia membeli seharga 30 $ USA(anggap saja di kurs dalam rupiah sebesar 290 -300 ribu rupiah) , dan kemudian di jual ke pasaran Indonesia dengan kisaran harga 700 ribu, jelas keuntungan yang sangat luar biasa bukan? Jelas saja si penjual ketagihan untuk menjual di pasaran Indonesia. Padahal penjualan pun hanya dilakukan melalui media internet, duh, fenomena apalagi? Informasi ini saya peroleh dari salah satu situs, Detik.com

http://www.detiknews.com/read/2009/10/16/152213/1222823/159/laris-manis-100-alat-ludes-hanya-dalam-waktu-3-hari

Konon alat selaput dara palsu ini made in Japan alias produk negara Sakura (selama saya tinggal di Jepang, belum menemukan alias melihat langsung produk tersebut ), tetapi ada juga yang mengklaim sebagai produk dari China, entahlah mana yang benar. Yang pasti produk ini mulai menyebar sejak tahun 1995 di Thailand, dan sekarang sudah cukup luas penyebarannya, mulai dari Asia Tenggara, Asia Selatan dan negara-negara Timur Tengah.

Di Negara-negara Timur Tengah mendapatkan protes keras adanya produk ini demikian juga di negara Mesir. Tokoh pemuka agama terkemuka di Mesir, Abdel Moati Bayoumi, menentang keras adanya produk ini. Katanya, "Siapapun yang mengimport produk ini harus dihukum". Alasannya, produk ini justru mendorong hubungan seks terlarang. Islam melarang hubungan seks kecuali dalam pernikahan". Saya tidak bisa banyak komentar dikarenakan saya pun tidak memahami ajaran Islam, tidak berkompeten dalam hal ini. Silakan KoKiers yang berkompeten bisa menjelaskan hal ini? Terimakasih sebelumnya buat penjelasannya.

Pandangan Pribadi Penulis

Hakekat pernikahanlah yang harus ditelaah kembali. Apakah tujuan pernikahan dilakukan? Apakah betul untuk kebahagiaan bersama, dalam arti saling menguatkan di kala susah dan senang ? Ataukah hanya sekedar mencari perawan belaka? Renungkanlah kembali.

Kalau hanya terobsesi mencari perawan, lebih baik cari calon isteri dengan sistim "inden" maksudnya calon istri harus sangat muda. Sejak sang calon isteri mulai memasuki pubertas (usia 10 tahun ke atas) dijaga ketat siang malam seperti jaman Siti Nurbaya, jangan sampai kejadian kecolongan/ kecurian yang berakibat sang calon isteri kehilangan keperawanan. Bila perlu lakukan pertunangan sedini mungkin sejak calon isteri mulai memasuki masa pubertas. Dengan cara ini semoga keinginan kaum pria yang mengejar perawan dalam pernikahan bisa tercapai. Maaf sebelumnya, kalau saran saya sangatlah sinis.

Saya teringat dengan artikel Harry Lukman yang menimbulkan banyak komentar yang "tajam" mengenai virginitas. Bahkan saking hebohnya sampai menuai komentar yang " miring" baik dari penulis maupun yang komentar, hanya gara-gara debat soal perawan dan tidak perawan. Memang sungguh susah posisi menjadi wanita.

Kualitas seorang wanita bukan sekedar diukur dari selembar tipis selaput dara, ada banyak yang lebih penting dari keperawanan. Bukan berarti saya menyetujui hubungan seks bebas ( free sex ), akan tetapi ada banyak hal yang lebih penting dari hal ini.

Kehilangan keperawanan bukan berarti dunia kiamat dan berakibat memilih jalan buntu yaitu bunuh diri. Ingatlah selalu bagi wanita yang telah kehilangan keperawanan sebelum pernikahan (baik yang melakukan free sex dengan pacar , kecelakaan, olahraga dan khususnya buat korban perkosaan), hidup itu karunia, jangan sekali- kali berpikiran sempit dengan beranggapan bahwa wanita yang sudah tidak perawan adalah wanita " bekas ". Hilangkan pikiran sempit dan merendahkan martabat wanita tersebut.

Akhir kata, saya tidak perlu panjang lebar menulis di artikel ini, hanya satu yang ingin saya tulis dengan kesungguhan hati bahwa "pernikahan adalah sakral", janganlah disebabkan oleh selembar tipis selaput dara, berakibat terjadi perceraian . Pahamilah makna pernikahan sesungguhnya.

Kalau pun suatu saat terjadi kasus seperti diatas, suami kecewa bahwa ternyata isteri tidak perawan, jangan langsung ambil tindakan drastis, diceraikan hanya gara-gara masalah "darah perawan ". Sadarilah bahwa tidak ada manusia yang sempurna, ingatlah selalu sisi positif sang isteri. Apakah wanita yang sudah kehilangan keperawanan tidak mampu menjadi isteri dan ibu yang baik? Silakan di jawab sendiri, jangan sampai setelah cerai hanya gara-gara "darah perawan " membikin sang suami menyesal seumur hidup.

Kasus ini tidak saya anjurkan untuk kelakuan sang isteri yang sudah diluar batas misalnya tukang selingkuh, tukang porot (maksudnya menghabiskan uang hanya untuk hura-hura), pemalas , pokoknya yang jelek dan sungguh menyebalkan. Kalau istri model seperti ini, terserah pada sang suami kalau mau menceraikan, ini sudah diluar konteks artikel ini.

Terimakasih buat semuanya yang telah membaca .

Salam hangat dari Jepang,
Ryu & Yuka-chan no mama

Note : Telah dimuat di KoKi, 21 Oktober 2009

http://www.koki-kolomkita.com/baca/artikel/26/912/gigimo_selaput_dara_palsu_

0 件のコメント:

コメントを投稿